BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test bannerSELAMAT DATANG DI WEBSITE "JURNALIS NUSANTARA SATU"

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta Turun Temui Massa, Sampaikan Doa dan Permintaan Maaf atas Wafatnya Pengemudi Ojol

  

PADANG, SUMBAR| Suasana tegang yang sempat menyelimuti halaman Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Barat pada Jumat (29/8/2025) malam akhirnya mencair setelah Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, turun langsung menemui massa pengunjuk rasa.

Dengan didampingi sejumlah pejabat utama, Kapolda berdiri di hadapan ratusan pengemudi ojek online (ojol) dan warga yang sejak sore memadati depan Mapolda. Mereka menuntut keadilan atas wafatnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol yang menjadi korban insiden saat unjuk rasa di Jakarta sehari sebelumnya.

“Kami atas nama Polri memohon maaf yang sedalam-dalamnya atas kejadian yang menimpa saudara kita, Affan Kurniawan. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” ucap Kapolda dengan suara tegas namun penuh kehangatan.

Dari Tegang Menjadi Teduh

Aksi unjuk rasa yang digelar sejak Jumat sore awalnya berlangsung panas. Massa sempat melempari botol plastik ke arah petugas hingga pagar Mapolda roboh karena didorong. Polwan yang berada di barisan depan pun terpaksa mundur akibat dorongan massa.

Namun, kehadiran Kapolda yang keluar menemui langsung massa menjadi titik balik. Kata-kata belasungkawa dan doa yang ia sampaikan perlahan meredam emosi. Massa yang sebelumnya bersikap keras akhirnya memilih duduk tenang, lalu berangsur membubarkan diri dengan tertib setelah berdialog singkat dengan orang nomor satu di Polda Sumbar itu.

Apresiasi dari Ojol Senior

Seorang pengemudi ojol senior, Andri, yang turut hadir dalam aksi mengaku lega dan mengapresiasi langkah Kapolda.

“Kami datang untuk menyuarakan rasa solidaritas, bukan untuk buat rusuh. Tapi tadi ketika Kapolda mau keluar dan bicara langsung dengan kami, hati kami jadi adem. Kami merasa dihargai. Jarang ada pejabat yang mau begitu. Kami sangat apresiasi sikap Kapolda,” ungkap Andri.

Wajah Humanis Kepolisian

Tindakan Kapolda Sumbar ini mendapat sorotan positif. Banyak pihak menilai keberanian dan ketulusannya menemui massa bukan hanya meredam ketegangan, tetapi juga memperlihatkan wajah humanis kepolisian yang selalu dibutuhkan masyarakat.

Dengan doa, permintaan maaf, dan dialog singkat itu, Kapolda Sumbar berhasil memulihkan situasi yang sempat memanas dan menunjukkan bahwa kehadiran polisi bukan sekadar sebagai pengendali massa, melainkan juga sahabat masyarakat yang peduli.


TIM RMO

Posting Komentar

0 Komentar